Mencari Dan Menerima Berkah

Hal yang Harus Anda Lakukan Jika Anda Ingin Menerima Berkah

Berkah ada hadiah dari Tuhan untuk membantu kita dalam hidup sehari-hari. Mereka adalah kesaksian iman kita bahwa kita akan dibebaskan dari beberapa masalah atau memiliki hidup kita ditingkatkan dengan sesuatu yang tidak terduga, seperti panggilan telepon untuk pekerjaan yang membayar tinggi. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda lakukan ketika Anda ingin mencari berkah :

1. Visualisasikan Memberkati

Berkat didasarkan pada kebutuhan dimana Anda perlu sebuah mobil baru karena angkutan lama anda akan mogok karena terlalu sering digunakan dan sekarang telah menjadi tidak aman; Anda perlu untuk menyembuhkan kaki karena bengkak; Anda perlu melunasi semua tagihan karena anak akan kuliah, dll

2. Menabuh Benih Berkah

Duduk di hadapan Allah untuk dan berdoa untuk memperoleh berkah. Cobalah untuk menghilangkan gangguan dalam pikiran Anda. Anda dapat menghapus gangguan dari pikiran Anda dengan menangkap mereka dan menggunakan kata-kata, atau frasa, seperti, saya berfokus pada Allah, atau saya duduk di hadapan Allah, atau aku berkomunikasi dengan Nya, dll Bila Anda berdoa, hanya berdoa untuk kebutuhan Anda. Ini bisa menjadi satu kalimat, seperti, 

"Ya Allah Ya Rabb, saya meminta perlindungan dari bahaya, orang jahat, dan gangguan sosial dan penyakit"

tidak diperlukan adanya kemampuan bahasa arab atau bahasa yang lain untuk bisa memperoleh berkah dari Allah asal hati kita Yaqin , karena Allah Mengerti bahasa semua kaum dan Dialah yang mengajari semua kaum.

3. Mengambil Tindakan untuk Mengejar Berkah

Setelah Anda memvisualisasikan restu dan benih itu dengan doa, Allah akan menginspirasi Anda dengan ide-ide dan peluang untuk mencapai berkah Anda. Anda harus membantu Rabbmembawa berkat dengan mengerucutkan dengan tindakan. Misalnya, jika Anda ingin karir yang lebih baik, melatih untuk itu. Berkat ini ada dalam perjuangan dan nantinya akan mendapat pahala dan anda akan menerima berkah dari-Nya, Anda harus melakukan perlawanan karena jika Anda tidak, Anda akan kehilangan berkah Anda. Nomor satu alasan kegagalan adalah kurangnya fokus, yang berarti anda tidak mengambil tindakan yang diperlukan untuk membantu Allah membawa berkah.

Being The Hand Of God 

"Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya"

Avatar Atau Awatara Inkarnasi Keilahian


Dalam agama Hindu, kata Avatar atau Awatara berarti inkarnasi dari Keilahian yang datang ke bumi untuk menegakkan kebenaran. Awatara atau Avatar (Sanskerta: अवतार, avatāra, baca: awatara) dalam agama Hindu adalah inkarnasi dari Tuhan Yang Maha Esa maupun manifestasinya. Tuhan Yang Maha Esa ataupun manifestasinya turun ke dunia, mengambil suatu bentuk dalam dunia material, guna menyelamatkan dunia dari kehancuran dan kejahatan, menegakkan dharma dan menyelamatkan orang-orang yang melaksanakan Dharma / Kebenaran.

Manakala kebenaran merosot dan kejahatan merajalela,
pada saat itulah Aku akan turun menjelma ke dunia, wahai keturunan Bharata (Arjuna).
Untuk menyelamatkan orang-orang saleh dan membinasakan orang jahat
dan menegakkan kembali kebenaran, Aku sendiri menjelma dari zaman ke zaman.

Dasa Awatara, sepuluh Awatara Wisnu

Agama Hindu mengenal adanya Dasa Awatara yang sangat terkenal di antara Awatara-Awatara lainnya. Dasa Awatara adalah sepuluh Awatara yang diyakini sebagai penjelmaan material Dewa Wisnu dalam misi menyelamatkan dunia. Dari sepuluh Awatara, sembilan diantaranya diyakini sudah pernah menyelamatkan dunia, sedangkan satu di antaranya, Awatara terakhir (Kalki Awatara), masih menunggu waktu yang tepat konon pada akhir Kali Yuga untuk turun ke dunia. Kisah-kisah Awatara tersebut terangkum dalam sebuah kitab yang disebut Purana.

Dasa Awatara dari zaman ke zaman

Matsya Awatara, sang ikan, muncul saat Satya Yuga
Kurma Awatara, sang kura-kura, muncul saat Satya Yuga
Waraha Awatara, sang babi hutan, muncul saat Satya Yuga
Narasimha Awatara, manusia berkepala singa, muncul saat Satya Yuga
Wamana Awatara, sang orang cebol, muncul saat Treta Yuga
Parasurama Awatara, sang Rama bersenjata kapak, muncul saat Treta Yuga
Rama Awatara, sang ksatria, muncul saat Treta Yuga
Kresna Awatara, putra Wasudewa, muncul saat Dwapara Yuga
Buddha Awatara, pangeran Siddharta Gautama, muncul saat Kali Yuga
Kalki Awatara, sang pemusnah, muncul saat Kali Yuga

Menurut kitab-kitab purana, tak terhitung banyaknya Awatara yang pernah turun ke dunia ini. Awatara-awatara tersebut tidak selamanya merupakan “inkarnasi langsung” atau “penjelmaan langsung” dari Sang Hyang Wisnu. Beberapa Awatara diyakini memiliki “jiwa yang terberkati” atau mendapat “kekuatan Tuhan” sebagai makhluk yang terpilih.

Avatar atau inkarnasi, merupakan aspek penting dari agama Hindu. Krishna menjelaskan tentang Avatar dalam Bhagavad Gita - Ketika kebenaran mengalami penurunan dan kejahatan mengalami peningkatan di dunia, Ilahi mengambil kelahiran di avatar atau inkarnasi untuk menyimpan dan melindungi kejujuran ​​dan menghancurkan orang berdosa.

Jangan Khawatir Dan Bersedih Hati

Kehidupan adalah sebuah proses yang rumit, sukar ditebak dan penuh teka-teki. Ada waktunya, seorang manusia hidup di atas dan ada kalanya seorang manusia hidup dibawah. Jangan sampai kita takut miskin atau tidak bisa makan, jangan sampai selalu terbetik dalam hati kita besok kita makan apa? Jangan khawatir dan takut atau sedih , sesungguhnya apa yang ada dilangit dan dibumi adalah kepunyaan Allaah (baca:Allooh). Dia-lah Rabb yang menguasai seluruh alam , Maha Mengatur , Maha Bijaksana , Maha Adil , Maha Memberi Keamanan.

Selagi kita masih berada dijalan yang benar dan mengerjakan perintah-Nya serta Menjauhi Larangan-Nya, Insya Allaah (baca:Allooh) Dia akan senantiasa melindungi kita.

LA TAHZAN "JANGAN BERSEDIH". Sadarilah bahwa jika Anda tidak hidup hanya dalam batasan hari ini , besok atau lusa saja, akan ada hari dan minggu serta tahun yang Insya Allaah jika diberikan kesempatan dan kesehatan serta umur panjang akan terus kita lewati , bahkan ada sesuatu yang lebih baik lagi yaitu satu tempat disisi Allaah yang akan kita miliki setelah kita melewati fase demi fase kehidupan ini.

Ketahuilah sesungguhnya hidup ini adalah senda gurau dan main-main , kehidupan ini hanyalah kesenangan yang menipu , hanya amal saleh dan kebajikan serta rahmat dan ampunan Allaah yang akan membawa kita kepada kemenangan baik kemenangan didunia maupun kemenangan diakherat.

JANGAN BERSEDIH. dan hindari kesedihan karena kesedihan akan semakin menghancurkan anda dan sekeliling anda tetaplah dijalan-Nya dan patuhilah segala Perintah-Nya agar kita selamat dunia dan akhirat dan mendapat ridha-Nya, Bila anda selalu mengingat semua nikmat yang telah diberikan Allaah kepada Anda dan bersabar atas semua ujian yang kita terima.


Wallahu A'lam

Sabdo Palon

Ingatlah kepada kisah lama yang ditulis di dalam buku babad,Tentang negara Mojopahit. Waktu itu Sang Prabu Brawijaya mengadakan pertemuan dengan Sunan Kalijaga didampingi oleh Punakawannya yang bernama Sabda Palon Naya Genggong.


Prabu Brawijaya berkata lemah lembut kepada punakawannya: “Sabda- Palon sekarang saya sudah menjadi Islam. Bagaimanakah kamu? Lebih baik ikut Islam sekali, sebuah agama suci dan baik.”

Sabda Palon menjawab kasar: “Hamba tak mau masuk Islam Sang Prabu, sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa. Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah jawa. Sudah digaris kita harus berpisah.

Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha (maksudnya Kawruh Budi) lagi, saya sebar seluruh tanah Jawa.

Bila ada yang tidak mau memakai, akan saya hancurkan. Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya.

Lahar tersebut mengalir ke barat daya. Baunya tidak sedap. Itulah pertanda kalau saya datang. Sudah mulai menyebarkan agama Budha (Kawruh Budi). Kelak Merapi akan bergelegar. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widi bahwa segalanya harus bergantian. Tidak dapat bila diubah lagi.

Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun : Lawon Sapta Ngesthi Aji. Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Tiba-tiba sungainya banjir besar, dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia.

Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi. Sebab dunia ini ada ditangan-Nya. Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya.

Bermacam-macam bahaya yang membuat tanah Jawa rusak. Orang yang bekerja hasilnya tidak mencukupi. Para priyayi banyak yang susah hatinya. Saudagar selalu menderita rugi. Orang bekerja hasilnya tidak seberapa. Orang tanipun demikian juga. Penghasilannya banyak yang hilang di hutan.

Bumi sudah berkurang hasilnya. Banyak hama yang menyerang. Kayupun banyak yang hilang dicuri. Timbullah kerusakan hebat sebab orang berebutan. Benar-benar rusak moral manusia. Bila hujan gerimis banyak maling tapi siang hari banyak begal.

Manusia bingung dengan sendirinya sebab rebutan mencari makan. Mereka tidak mengingat aturan negara sebab tidak tahan menahan keroncongannya perut. Hal tersebut berjalan disusul datangnya musibah pagebluk yang luar biasa. Penyakit tersebar merata di tanah Jawa. Bagaikan pagi sakit sorenya telah meninggal dunia.

Bahaya penyakit luar biasa. Di sana-sini banyak orang mati. Hujan tidak tepat waktunya. Angin besar menerjang sehingga pohon- pohon roboh semuanya. Sungai meluap banjir sehingga bila dilihat persis lautan pasang.

Seperti lautan meluap airnya naik ke daratan. Merusakkan kanan kiri. Kayu-kayu banyak yang hanyut. Yang hidup di pinggir sungai terbawa sampai ke laut. Batu-batu besarpun terhanyut dengan gemuruh
suaranya.

Gunung-gunung besar bergelegar menakutkan. Lahar meluap ke kanan serta ke kiri sehingga menghancurkan desa dan hutan. Manusia banyak yang meninggal sedangkan kerbau dan sapi habis sama sekali. Hancur lebur tidak ada yang tertinggal sedikitpun.

Gempa bumi tujuh kali sehari, sehingga membuat susahnya manusia. Tanahpun menganga. Muncullah brekasakan yang menyeret manusia ke dalam tanah. Manusia-manusia mengaduh di sana-sini, banyak yang sakit. Penyakitpun rupa-rupa. Banyak yang tidak dapat sembuh. Kebanyakan mereka meninggal dunia.

Demikianlah kata-kata Sabda Palon yang segera menghilang sebentar tidak tampak lagi dirinya. Kembali ke alamnya. Prabu Brawijaya tertegun sejenak. Sama sekali tidak dapat berbicara. Hatinya kecewa sekali dan merasa salah. Namun bagaimana lagi, segala itu sudah menjadi kodrat yang tidak mungkin diubahnya lagi.

Semua peristiwa alam yang terjadi adalah merupakan peristiwa gaib, karena semua terjadi karena kehendak Yang Maha Gaib, Allah Azza wa Jalla. Sehingga tidak dapat dilawan dengan kesombongan akal pikiran. Solusi atau jawaban tentang apa yang terjadi pada bangsa ini sebenarnya telah ada di dalam misteri bait-bait Ramalan Joyoboyo, R.Ng. Ronggowarsito maupun Sabdo Palon. Kebenaran selalu saja tersembunyi.

 Di dalam ramalan R.Ng. Ronggowarsito menyiratkan bahwa Satria VI (Satriyo Boyong Pambukaning Gapura) harus menemukan dan bersinergi dengan seorang spiritualis sejati satria piningit (tersembunyi) agar
kepemimpinannya selamat.

Dari ucapan Sabdo Palon dalam ramalan Sabdo Palon tersirat bahwa dengan fenomena alam yang digambarkan (seperti yang terjadi saat ini) menandakan bahwa Sabdo Palon beserta momongan (asuhan) nya
telah datang untuk mem-Budi Pekertikan bangsa ini (secara rinci terdapat di dalam Serat Darmogandul). Sabdo Palon secara hakekat adalah Semar. (dari berbagai sumber)

Wallahu A'lam

Kutukan Yang Besar 1

Ramalan Sabdo Palon Menetapi sumpah Sabdo Palon dan Naya Genggong


Ki semar, Petruk , Gareng dan Bagong BLAAAR…!.

”Sang Prabu diaturi ngyêktosi, ing besuk yen ana wong Jawa ajênêng tuwa, agêgaman kawruh, iya iku sing diêmong Sabdapalon, wong jawan arêp diwulang wêruha marang bênêr luput.”

”Sang Prabu diminta memahami, suatu saat nanti kalau ada orang Jawa menggunakan nama tua (sepuh), berpegang pada kawruh Jawa, yaitulah yang diasuh oleh Sabda Palon, orang Jawan (yang telah kehilangan Jawa-nya) akan diajarkan agar bisa melihat benar salahnya.”

Semeru kembali terbatuk, riaknya begitu kental. Sabda Palon menjawab kasar: “Hamba tak mau masuk Islam Sang Prabu, sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa. Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah jawa. Sudah digariskan kita harus berpisah.

Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Islam dengan Kawruh Budi, saya sebar seluruh tanah Jawa.

Bila ada yang tidak mau memakai, akan saya hancurkan. Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya. Lahar tersebut mengalir ke Barat Daya. Baunya tidak sedap. Itulah pertanda kalau saya datang. Sudah mulai menyebarkan agama Kawruh Budi. Kelak Merapi akan bergelegar. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widhi bahwa segalanya harus bergantian. Tidak dapat bila diubah lagi.

Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Tiba-tiba sungainya banjir besar, dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia.

Seketika Nusantara dalam kesedihan..

Perguliran rahsa , diantara wingit dupa dan kemenyan, Geriapnya bersama bumi, gempa tsunami dan hancurnya jembatan-jembatan

“ Aku telah datang..!”, Teriakan Ki Sabdo Palon dan Naya Genggong

Maka Sang koruptor blingsatan, penipu, perampok , dan cecurut negri , Melarikan diri saking takutnya, kepalanya di taruknya di kaki , Tiada rupa namun melempar manusia laknat sebagai santapan Jin , Syetan dan Para danyang “Nusantara harus di cuci, bersih tiada daki”. Katanya tanpa ekspresi

Di ufuk tanpa cahaya, gelap, sinarnya tak menembus dahan mahoni

(Pasukan danyang merambah menaiki debu vulkanik yang tersebar ke seantero negeri, mengintai manusia manusia yang tak ber-budi, membongkar kebusukan lintasan hati para Petinggi Negeri)

“Maka lihatlah , di tahun ini , tahun 2012, bagaimana kejadiannya nanti , adalah tahun Lawon Sapta Ngesthi Aji “. Teriakannya tak terkendali

Langit kelap kelip, bumi gonjang ganjing, awan panas membakar , dan petir menggelegar, menyaput melingkupi Nusantara , Nafas terengah, berteriak tak bersuara, serasa sakit menikam jantung. “Maka diamlah wahai Semeru ! Akulah “Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu” tidak lain dan tidak bukan adalah Sabdo Palon, yang sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ aliasTuan Semeru. “

“Aku datang ke tempatmu, mengasuh anakku, menikahkan anakku, orang Jawa yang menggunakan nama tua (sepuh), berpegang pada kawruh Jawa, dialah sejatinya aku, anakku Bandoro Raden Aryo , menikahnya tepat berada di kakimu”

Seperti memahami, matahari matanya gemerlap, Seperti bintang hatinya berpendar, langit tak membulat, karena ronanya, terhisap batuknya semeru , Meringkih kaki kaki nya, lereng arjuna tersaput debu, diantara hutan lali jiwo, para danyang demit dan baladewa Berkata suka menisbahkan dahaganya, Mengibas awan serasa pergi, tidak perlu menunggu pagi, Bergegas kesana kami semua lari, ketika Semeru memutahkan laharnya lagi, Memasuki perubahan jaman, menetapi, Bersama Ki Sabdo Palon dan Naya Genggong yang menjadi wali dan saksi

Karena begitulah prasyarat leluhur tanah Jawa ini.

Persaksikanlah..!

Tanda Tanda Kehancuran Bumi Secara Besar - Besaran

Tanda Awal Kehancuran Bumi Secara Besar - Besaran seperti yang terjadi pada umat terdahulu pada dasarnya sudah terjadi dan sudah dimulai dalam beberapa tahun belakangan. Para ilmuwan berspekulasi mengenai perubahan-perubahan komposisi bumi, apakah itu tentang pemanasan global atau sumber daya mineral yang sudah mulai merosot, dapat kita amati bagaimana kita secara perlahan namun pasti menuju kepada kehancuran yang dibuat oleh tangan kita sendiri.(al ayat)

Bumi kita ini tidak akan bertahan selamanya, sedangkan kita bergantung pada bumi untuk bertahan hidup. Kita akan binasa semuanya apabila bumi hancur oleh berbagai sebab. Kedengarannya menakutkan sekali, tetapi kita perlu menyadari bahwa sumber daya bumi terbatas. Penggunaan sumber daya bumi secara serampangan seperti sekarang ini, bisa menyebabkan kehidupan manusia berakhir dalam kehancuran. (al ayat)

Seiring dengan majunya zaman dan bertambahnya usia dari bumi ini, bumi ini sudah tidak dapat di kategorikan kedalam planet yang masih sehat, penyebabnya dirasakan oleh beberapa faktor yang menjadi penentu yang merubah status bumi menjadi tidak sehat. Studi terbaru memperkirakan bahwa perairan Arktik bisa meleleh dan bebas dari es pada musim panas minimal 30 tahun lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Melelehnya es di Kutub Utara ini bisa memperkuat kecenderungan pemanasan global dan membahayakan penghuni Kutub Utara sendiri, dari manusia hingga beruang kutub.

Lapisan ozon melindungi penghuni bumi dengan menyerap sinar ultraviolet berbahaya. Tapi banyaknya penggunaan bahan kimia dan polutan dapat membuat lubang besar di lapisan ozon. Dibutuhkan waktu hingga puluhan tahun untuk dapat memulihkan lapisan ozon seperti semula.Zona laut mati adalah kantong laut yang mana oksigen habis sehingga banyak ikan, kerang dan spesien lain yang tidak dapat bertahan hidup, seperti terdapat di Teluk Meksiko. Zona ini terbentuk ketika pupuk tercecer dari sungai dan membuat banyak alga (tumbuhan laut yang memproduksi oksigen) mati dan membusuk.

Terumbu karang adalah habitat laut yang penting bagi kebanyakan spesies laut. Tapi beberapa dekade terakhir, banyak terumbu karang yang mengalami krisis karena adanya penangkapan ikan yang berlebihan, polusi laut, penyakit, pemanasan dan pengasaman air laut. Perairan samudera menjadi lebih asam karena menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Artinya, semakin banyak polusi udara, makin asam air laut.

Penebangan hutan Kawasan hujan, khususnya hutan hujan merupakan bidang utama keanekaragaman hayati, hutan juga menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Tapi laju penebangan hutan secara global bisa mencapai sekitar 32 juta hektar per tahun. Selain itu, kekeringan yang disebabkan oleh pemanasan global dapat memperburuk situasi hutan di beberapa daerah.

Dua per tiga dari planet bumi ditutupi dengan permukaan air. Bila air tercemar, tentu saja dapat menyebabkan makhluk hidup di bumi tidak bisa hidup. Dampak pemanasan global juga mengubah pola ketersediaan air untuk minum dan pertanian.

Karbon dioksida dan gas penangkap panas lainnya adalah polutan yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca. Banyaknya gas buangan pabrik dan kendaraan akan memperbanyak jumlah emisi gas rumah kaca ini.

Hewan terancam punah Ketika habitatnya berubah dan terancam, hewan-hewan yang ada di dalamnya juga mendapat tekanan. Daftar Merah 2008 dari spesies langka yang diterbitkan oleh World Conservation Union mengidentifikasikan hampir 45.000 spesies yang terancam punah.

Pesatnya laju pertumbuhan penduduk Pada tahun 2007, populasi dunia melebihi 6 miliar. Tahun itu juga menandai pertama kalinya dalam sejarah lebih banyak orang tinggal di perkotaan daripada daerah pedesaan. Enam miliar penduduk ini terus bersaing untuk mempertahankan hidup dengan sumber daya alam yang sebenarnya terbatas, seperti air, makanan dan bahan bakar.

Kehidupan bumi dalam hal baik dan buruk tergantung dari apa yang dilakukan oleh manusia itu sendiri yang tinggal di dadalmnya, mengelolah bumi seharusnya sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai khalifah-Nya dimuka bumi ini. pada akhirnya bumi ini akan musnah juga , jadi jangan jerumuskan diri kita sendiri kedalam kehancuran sebelum tiba waktunya. (al ayat)

Wallahu A'lam

Imam Mahdi Dari Pakistan

Kedatangan Imam Mahdi adalah salah satu tanda utama dari Hari Pembalasan. Tidak seperti tanda-tanda kecil penampilannya akan sinyal bahwa hari akhir sudah dekat dan bahwa orang percaya harus memastikan bahwa mereka siap untuk bertahan dalam pencobaan dan kesengsaraan (fitnah). Al Mahdi akan datang pada saat warga Muslim akan menjadi terpecah belah dan di mana tirani dan korupsi akan memiliki situasi akan begitu buruk sehingga seseorang akan berharap dia tidak dilahirkan atau bahwa jika seseorang meninggal, dia akan berharap bahwa itu dia.

Kisah al-Mahdi, seperti diceritakan dalam sunnah, adalah kisah tentang harapan di mana perjuangan antara Haqq dan baatil dalam beriman memperoleh kemenangan atas orang-orang kafir, di mana bumi dipenuhi dengan kedamaian dan keadilan karena aturan hanya dari al-Mahdi. Hal ini diriwayatkan oleh Abu Said al-Khudri (ra) bahwa Rasulullah (Sallallahu alaihi wassalam) berkata: "Pada akhir zaman ummatku, Mahdi akan muncul. Allah akan memberinya hujan, bumi akan mendatangkan buah-buahnya, dia akan memberikan banyak uang, sapi akan meningkat dan umat akan menjadi besar "(HR Al-Haakim). 

Kisah mahdi adalah salah satu yang mendorong orang percaya bekerja untuk kesatuan umat Islam dan keadilan Islam melalui pendirian Khilafah dan aplikasi Syariah sebagai orang yang beriman mengetahui bahwa suatu hari seluruh dunia akan diterangi oleh cahaya Islam dan kepalsuan akan lenyap. Tapi sampai hari itu tiba ia harus mengambil dorongan dari bashaarat (kabar gembira) dari Rasulullah (Sallallahu alaihi wassalam) dan berusaha dan bekerja untuk Islam dan mengikuti Sunnah Rasulullah (Sallallahu alaihi wassalam).

Jadi sedih mendengar kadang-kadang beberapa menemukan dalam kisah Mahdi alasan dan pembenaran untuk tidak bertindak, mengambil pandangan fatalistik bahwa kita sebagai umat tidak bisa, dan bahkan harus tidak melakukan apa-apa tentang situasi korupsi sampai Mahdi muncul di bagian akhir waktu dan menetapkan Khilafah. Jelas, ini bukan pesan para sahabat (semoga Allah meridhai mereka) mengambil ketika mereka mendengar cerita langsung dari bibir Rasulullah (Sallallahu alaihi wassalam). Mereka mendengar cerita ini dan mereka mengambil pelajaran dan mereka bekerja tanpa lelah, pertama di Makkah dalam rangka membangun Islam dan kemudian setelah berdirinya di Madinah untuk mengkonsolidasikan dan memperluas pengaruh Islam dan setelah kematian al-Mustafa Rasulullah Muhammad (Sallallahu alaihi wassalam) para sahabat yang ditunjuk da diperpanjang otoritas Islam lebih jauh sampai cahaya Islam telah menyebar ke sebagian besar dunia. Jadi bagaimana bisa bahwa kedatangan Mahdi telah menjadi alasan bagi pengunduran diri dengan realitas korup? Memang, jika kita menganalisis laporan otentik tentang kedatangan Mahdi dari kedua titik kenabian dan hukum pandang kita dapat simpulkan sebagai berikut :

Khilafah tidak akan ditetapkan oleh Mahdi tetapi ia akan menjadi Khalifah setelah kematian Khalifah hadapannya. Dengan kata lain Khilafah akan telah didirikan oleh umat Islam sebelum kedatangan Mahdi. Ini dengan jelas dapat dilihat dalam hadits yang menceritakan kedatangan Bani Tamim sebelum Al Mahdi.

Sementara kedatangan Mahdi merupakan suatu hal yang penting dalam kitab-kitab hadis, hampir seolah-olah telah mengambil beberapa subjek sebagai klausul "get-out" untuk tidak bekerja untuk kembalinya Khilafah dan pemberian Bayah kepada Khalifah Al Mahdi.As berikutnya meskipun hanya menyebutkan Khilafah pada masa Mahdi di beberapa alasan cara Muslim dari kewajiban mereka untuk menghapus rezim korup hari ini. akan ada Khilafah lagi insya'Allah, tapi kita semua menjadi satu umat yang hidup dalam kegelapan dan tidak melakukan apapun untuk mengubah situasi itu ? Dan menunggu Allah (SWT) untuk membawa orang-orang yang mencintainya dan Dia -pun mencintai mereka.

Tentang kemunculan Imam al Mahdi di akhir zaman ini memang banyak disebutkan didalam berbagai hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ”Al Mahdi berasal dari umatku, yang akan diishlah oleh Allah dalam satu malam.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah dan telah dishahihkan oleh Al Banni didalam kitab “ash Shahihah”)

“Hadits-hadits yang menyebutkan tentang kemunculan al Mahdi amatlah banyak yang berasal dari berbagai jalan dan telah diriwayatkan oleh para imam hadits Kelompok ahli ilmu telah menyebutkan bahwa hadits-hadits itu mutawatir secara maknawi, serta berbagai ciri-ciri yang telah masyhur disebutkan diberbagai hadits diantaranya,”Bahwa dia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran setelah bumi dipenuhi oleh kezaliman dan kesemena-menaan.”. Tidak diperbolehkan bagi seorang pun yang meyakini bahwa fulan bin fulan adalah al Mahdi hingga telah terkumpulnya berbagai ciri-cirinya seperti yang telah dijelaskan oleh Nabi saw didalam berbagai hadits shahih dan yang paling penting adalah, dia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran…” (al Hadits)”

Dikarenakan kemunculan al Mahdi adalah antara tanda-tanda kecil dan besar itu maka sejak zaman raja-raja islam banyak orang yang memberikan sebutan al Mahdi kepada orang-orang tertentu diantara mereka karena setiap mereka menyangka bahwa akhir zaman adalah zaman mereka.

Diantara kaum muslimin ada yang mengatakan bahwa al Mahdi adalah Umar bin Abdul Aziz dikarenakan kesuksesan didalam memegang kekhilafahan dan menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Atau pada masa Daulah Fathimiyah yang menegakkan daulahnya pertama kali di sebelah barat (Maghrib) yang kemudian dialihkan ke Mesir dan mengalami perluasannya di sana. Ada yang mengatakan bahwa al Mahdi adalah pemimpin revolusi Sudan, atau apakah mungkin Sufi Muhammad dari pakistan pemeran utama dalam penegakan hukum islam di Lembah Swat adalah al Mahdi yang ditunggu maka kita tidak bisa memastikan kebenaran itu semua sebelum dibuktikan oleh ciri-ciri maupun tanda-tanda tentang kemunculannya sebagaimana diterangkan oleh hadits-hadits yang telah disebutkan diatas.

Walahu A’lam

Manusia Dan Sejarah Individualistis Bag 2

Perang Saudara dengan penghapusan perbudakan sebagai suatu cara hidup yang adalah untuk bagian yang paling sulit bagi mereka yang dibesarkan dengan kerangka pikiran dan belum lagi mereka yang menjadi sasaran dengan perbudakan yang harus juga mengubah bingkai pikiran mereka untuk bertahan hidup sendiri sebagai individu independen.

Perang juga melihat kehancuran pertanian, kota, rumah, sebagai jaminan kerusakan jangka mengambil makna yang sangat pribadi yang menyerukan kedua pihak untuk langsung menimbulkan ekstrim fisik serta rasa sakit emosional, dan keluarga yang hancur tidak hanya oleh kematian anggota keluarga mereka yang memilih untuk bertempur di pihak lain serta perempuan dan anak yang menjadi korban kerusakan jaminan bahwa hanya karena mereka tinggal di sana.

Perang diwarnai pembantaian melibatkan seluruh komponen masyarakat dengan begitu banyak yang memperjuangkan prinsip mereka dalam beberapa pertempuran dan sepertinya medan perang adalah permasalahan pertama yang paling kontroversial karena menunjukkan kepada mereka apa yang tidak boleh dilakukan dan boleh dilakukan serta mengajari mereka apa yang harus dilakukan. secara prinsip mengenai masalah perbudakan serta kekejaman perang ini membawa kita ke sebuah akhir dan untuk mengorbankan hidupnya kepada sebuah prinsip untuk semua manusia bahwa mereka diciptakan sama yang ia percaya dalam perjuangannya untuk berbagi visinya tentang diskriminasi yang belum diakui serta hanya diabaikan.

Kedua ekstrem yang jelas sebagai kedalaman bahwa masyarakat bisa mencapainya meskipun keyakinan orang di kedua sisi dan kemampuan bagi mereka diberdayakan untuk menghentikan perang karena biaya perang itu diambil pada kedua belah pihak dengan sedikit yang bisa dilakukan untuk mengakhiri perang tanpa melibatkan masyarakat awam untuk ikut tenggelam lebih jauh.

Revolusi Industri, meluncurkan era pertama yang merupakan representasi dari bagaimana masyarakat, mendekati ide membuat segalanya lebih mudah bagi manusia, mereka telah berevolusi dan dibangkitkan oleh mereka yang telah mengambil tanggung jawab atas diri mereka sendiri untuk mengajar makna rasa hormat, tanggung jawab, serta pemecahan masalah, dan kasih sayang diantara mereka juga tentang mengapa disiplin sangat penting bagi mereka untuk memahami bahwa hidup harus memiliki keseimbangan oleh prestasi maupun kegagalan sebagai hasil dari belajar dari kami karena kesalahan pilihan yang kita buat.

Dalam kesimpulan ini adalah di mana beberapa masalah mulai karena metode bagaimana perspektif ini disampaikan berkaitan dengan karakteristik manusia tersebut di atas karena mereka tunduk pada caranya sendiri masing-masing orang dalam menafsirkan perspektif itu dan penafsiran yang abadi berpengaruh pada kehidupan individu karena dipengaruhi oleh bagaimana mereka mendekati masalah mereka karena bagaimana mereka akan melihat masalah mereka sendiri didukung dengan memahami bahwa kerangka pikiran era masing-masing masyarakat manusia adalah berbeda sebagaimana telah dicatat.

Perang, dari dan dengan tujuan kemerdekaan dari penindasan dan kezaliman menempatkan kolonis, dalam posisi di mana mereka harus mengekspresikan keprihatinan mereka tentang ruang lingkup itu, dan sebagai upaya terakhir dengan memanfaatkan populasi menyimpang dari kolonis, sedangkan taktik kepemimpinan yang digunakan serta jarak dari Inggris, belum lagi unsur-unsur yang lain menunjukkan mereka bahwa mereka mampu mengatur diri mereka sendiri. Perang Saudara  mengadu dua cara bertentangan dalam hidup yang melampaui isu perbudakan yang dibuktikan dengan kekejaman yang ditimbulkan oleh kedua belah pihak dan sekali lagi masyarakat menjadi korban. Dengan adanya berbagai masalah yang mengguncang negeri ini untuk mengungkapkan korup serta kondisi kejam dan tidak biasa. Masyarakat, sekali lagi berhenti berputar kembali pada apa yang terjadi di lingkungan disekitar kita yang ternyata sudah terlambat dalam beberapa hal untuk bekerja serta membuat kondisi kerja yang lebih aman untuk semua pekerja.

Konsep bahwa Masyarakat, harus berkembang tidak bisa lepas dari beberapa aspek yang dituntut oleh mereka yang menjadi korban Kemanusiaan, diperlukan kerja keras dan upaya yang tidak mudah untuk mulai berhenti egois dengan cara berpikir tertentu, dan berhenti menyimpan rahasia dan atau menutupi sesuatu, Satu-satunya yang bisa kita bisa mulai adalah mengubah cara berpikir dengan membuat orang sadar bahwa korban tersebut akan terus ada dan tidak bisa kita elakkan kecuali kita mulai mengungkap rahasia-rahasia yang terus mengambil korban pada masyarakat.

Jangan ada lagi rahasia / menutupi sesuatu yang salah karena hal tersebut dapat menyebabkan kita sendiri terluka dan terkena hukuman.

Wallahu A'lam

Tanda Tanda Kedatangan Zaman

Sesungguhnya setiap makhluk hidup – apakah itu manusia, hewan, atau tumbuh-tumbuhan- memiliki tanda-tanda dari akhir kesudahan hidupnya di dunia. Tanda-tanda dekatnya kematian manusia adalah rambut beruban, tua, sakit, lemah. Begitu juga halnya dengan hewan, hampir sama dengan manusia.

Sedangkan tumbuhan warna menguning, kering, jatuh, lalu hancur. Demikian juga alam semesta, memiliki tanda-tanda akhir masanya seperti kehancuran dan kerusakan. Saa’ah asalnya adalah sebagian malam atau siang. Dikatakan juga: Saa’at segala sesuatu berarti waktunya hilang dan habis.

Dari makna ini, maka saa’ah atau kiamat mengandung dua macam, yaitu :

Saa’ah khusus bagi setiap makhluk, seperti tanaman binatang dan manusia ketika mati; dan bagi sebuah umat jika datang ajalnya. Itu semua dikatakan telah datang saatnya. Saa’ah umum bagi dunia secara keseluruhan ketika ditiup sangkakala, maka hancurlah segala yang di langit dan di bumi.

Bagaimana dengan kiamat yang sebenarnya ?

Tentu saja lebih dahsyat, lebih besar, dan lebih mengerikan. Dan Alquran banyak menyebutkan tentang kejadian di hari kiamat. Terjadinya kiamat adalah hal yang gaib. Hanya Allah saja yang tahu tidak satu pun dari makhlukNya mengetahui kapan kiamat, baik para nabi maupun malaikat.

Allah merahasiakan terjadinya hari kiamat, dan menerangkan bahwa kiamat akan datang secara tiba-tiba.

“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui’.” (Al-A’raaf: 187)

Namun demikian, sesungguhnya Allah dengan rahmat-Nya telah menjadikan kiamat memiliki alamat yang menunjukkan ke arah itu dan tanda-tanda yang mengantarkannya.

“Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?” (Muhammad: 18)

“Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: ‘Tunggulah olehmu sesungguhnya kami pun menunggu (pula’).” (Al-An’am: 158)

Maka tanda-tanda kiamat adalah alamat kiamat yang menunjukkan akan terjadinya kiamat tersebut. Dan tanda-tanda kiamat ada dua: tanda-tanda kiamat besar dan tanda-tanda kiamat kecil.

Tanda kiamat kecil adalah tanda yang datang sebelum kiamat dengan waktu yang relatif lama, dan kejadiannya biasa, seperti dicabutnya ilmu, dominannya kebodohan, minum khamr, berlomba-lomba dalam membangun, dan lain-lain. Terkadang sebagiannya muncul menyertai tanda kiamat besar atau bahkan sesudahnya.

Para ulama berbeda pendapat tentang permulaan yang muncul dari tanda kiamat besar. Tetapi Ibnu Hajar berkata, “Yang kuat dari sejumlah berita tanda-tanda kiamat, bahwa keluarnya Dajjal adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar, dengan terjadinya perubahan secara menyeluruh di muka bumi.

Sedangkan terbitnya matahari dari Barat adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar yang mengakibatkan perubahan kondisi langit. Dan berakhir dengan terjadinya kiamat.” Ibnu Hajar melanjutkan, “Hikmah dari kejadian ini bahwa ketika terbit matahari dari barat, maka tertutuplah pintu taubat.” (Fathul Bari)

Apa dan bagaimana huru-hara akhir zaman itu? Kapan akan terjadinya?

Melihat fenomena yang terjadi di tengah masyarakat sekarang ini, tampaknya tanda-tanda kiamat atau akhir zaman sudah terjadi semua ya? Belum semua. Sudah kira-kira 90 - 95 persen, jadi masih ada 10 - 5 persen yang belum terjadi.

Semenjak diutusnya Rasulullah Muhammad bin Abdullah menjadi Nabi, Allah Subhaanahu wa ta'ala sudah menvonis bahwa ummat beliau adalah ummat akhir zaman. Jadi pengertian akhir zaman itu sudah sejak diutusnya Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wa Sallam yang merupakan Nabi terakhir. Kenyataan bahwa kita adalah ummat akhir zaman menunjukkan bahwa kita saat ini hidup di akhir zaman.

Menurut hadits shahih, masa akhir zaman ini terbagi menjadi lima. Pertama, masa kenabian, saat Rasulullah masih hidup. Kedua, masa Khulafaur Rasyidin, mulai Abubakar, Umar, Usman, dan Ali. Ketiga, masa raja-raja menggigit (maalikan 'adhan), yaitu masa setelah wafatnya Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu sampai runtuhnya Daulah Khilafah Utsmaniyah. Keempat, masa maalikan jabariyan (penguasa diktator). Kelima, masa kembalinya sistem khilafah.

Menurut beberapa ahli Tafsir dan Takwil sekarang masa penguasa diktator, dan sedang gencar-gencar-nya. Ummat Islam sedang kalah dan itu memang sudah sunatullah, bahwa ada kalanya menang, ada kalanya kalah. kita pun harus optimis, akan tiba waktunya ummat Islam memperoleh kemenangan.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan, sebelum akhir zaman tiba, kaum Muslimin akan berdamai dengan Bangsa Rum. Apakah sekarang perdamaian itu sudah berlangsung? 

Sekarang sedang berjalan, meski semu, karena yang memimpin dunia kini bukan amiirul mu'miniin. Pemimpinnya adalah kalangan Rum, yang mengandalkan tradisi yang campur aduk dengan kebatilan sehingga muncul kezhaliman dan ketidakadilan. Jadi, perdamaian yang sekarang terjadi lebih tepat diartikan sebagai "kesepakatan untuk tidak berperang". Ini terjadi sejak berakhirnya penjajahan resmi oleh Bangsa Rum terhadap negeri-negeri kaum Muslimin.

Sistem kepalsuan, seperti yang berlaku sekarang ini adalah Sistem dajjal dimana orang menyebutnya sebagai The New World Order (Tata Dunia Baru), meskipun kenyataannya malah tidak ada tatanan. Yang disebut pejuang hak asasi manusia justru mereka yang sebenarnya teroris, Sedangkan mereka yang dituduh teroris justru sebenarnya orang yang mulia.

Wallahu A'lam

Tidak Lebih Pandai Daripada Keledai

"Sebodoh-bodohnya keledai tidak akan jatuh 2x kedalam lubang yang sama"

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai" Al A'raaf : 179

Sebodoh - bodohnya keledai dia tidak mau terperosok kedalam lobang yang sama untuk kedua kalinya. Binatang yang paling bodoh saja bisa bersikap seperti itu, kalau ada seorang manusia apalagi dia seorang Pemimpin, membiarkan bangsanya terperosok kedalam lobang penderitaan yang sama berkali-kali, itu sama artinya pemimpin tersebut lebih bodoh daripada Keledai.

sebetulnya hal tersebut tidak kita inginkan, kita ingin Pemimpin negeri ini bisa mengangkat Bangsa ini keluar dari lobang keterpurukan, makanya sebagai rakyat kita berdaya upaya mengingatkan dengan terus mengkritisi segala kesalahan yang dilakukan, dan membantu memberikan solusi, itulah bentuk kecintaan rakyat pada pemimpinnya. Tapi pemimpin memang tidaklah berdiri sendiri, Banyak pemimpin bisa terjatuh hanya karena menuruti keinginan para penjilatnya, tanpa ia sadari orang-orang disekitarnya lebih banyak memikirkan kepentingannya sendiri dan rela menjerumuskan pemimpinnya.

Menutupi kebohongan dengan menciptakan kebohongan baru, bukanlah sebuah tindakan yang bijak dan terpuji. Tindakan seperti ini hanyalah tindakan seperti halnya menggali kubur sendiri. Pemimpin yang sering melakukan kebohongan hanya akan melahirkan Generasi pembohong sebagai pewarisnya. Dan hal ini akan terus berlanjut, sehingga menciptakan suatu kelompok generasi yang lebih bodoh dari Keledai.

Bangsa yang besar bukanlah diukur banyaknya jumlah penduduknya, atau luas negaranya. Tapi diukur dari seberapa hebat dia menghargai jasa-jasa pahlawannya. Begitu juga Pemimpin yang besar, bukanlah diukur dari besar bobot badannya. Tapi seberapa besar pemikirannya untuk Negara, dan pemikiran besar apa saja yang sudah dilakukannya.

Ketika mendengar kata ”keledai”, yang tergambar dalam benak kita adalah seekor binatang yang lamban, lemah, bahkan sering diidentikkan dengan binatang yang paling bodoh. Sepintas memang gambaran seperti itu tidak sepenuhnya salah. Jika diukur dari segi kecepatan, Keledai memang tak bisa disamakan dengan kuda , meski keduanya satu genus.

Ungkapan mengenai keledai, sebagaimana diungkapkan diatas bahwa keledai memang tak seagresif kuda. Jalannya lambat dan karena saking lambatnya bahkan kadang kita menganggap bahwa keledai adalah binatang yang tampak malas dan tak punya inisiatif. Ada peribahasa ”Seperti keledai.”Artinya: bodoh atau keras kepala. Ada lagi peribahasa ”Keledai hendak dijadikan kuda.” Artinya: orang bodoh hendak dipandang sebagai orang pandai. Dalam kedua peribahasa itu, keledai dipandang sebagai binatang bodoh. Tak heran, banyak orang tersinggung kala dijuluki dengan kata ”keledai”.

Dari penjelasan di atas, perihal pandangan-pandangan negatif terkait dengan binatang yang satu ini. apakah semua yang ada pada diri keledai adalah bernilai negatif...? Ternyata jawabannya adalah tidak semua hal tentang keledai itu adalah negatif. Janganlah pula kita lupa, masih ada peribahasa lainnya tentang keledai dan itu adalah sebuah pribahasa yang menggambarkan tentang sisi positif tentang keledai: ”Keledai tidak akan jatuh ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya.” Peribahasa itu berarti sebodoh-bodohnya keledai, binatang itu toh belajar dari pengalaman.

Kegagalan atau kemalangan yang diterima oleh keledai mampu ia jadikan sebagai pelajaran hidup agar tidak terulang lagi dilain kesempatan di masa yang akan datang. Keledai belajar dari sejarah. Anehnya, manusia (’manusia yang berpikir’) yang katanya memiliki otak untuk berpikir justru terkadang masih suka mengulangi kesalahan yang sama. Belajar dari sebuah kesalah untuk akhirnya tidak lagi mengulangi kesalahan tersebut adalah salah satu hal tersulit yang harus dihadapi dalam hidup.

Namun, nyatanya seekor binatang yang sudah diidentikkan sebagai binatang bodoh mampu mengungguli kita (manusia) dalam hal yang satu ini. Agaknya kita malu dan menjadi terpacu, keledai saja bisa mengapa kita yang diberikan kemampuan untuk berpikir tidak dapat melakukan hal yang sama atau mungkin lebih baik lagi dari apa yang dilakukan oleh keledai. Masihkah kita menyebut binatang yang satu ini dengan sebuatan binatang bodoh? Layaknya kita berkaca dulu pada diri sendiri.

Tak hanya itu, keledai ternyata masih memiliki kelebihan lainnya yang dapat kita petik hikmah darinya. Tidak ada yang memungkiri bahwa keledai merupakan binatang pekerja berat. Dia bukan pemalas, tetapi hanya tampak malas. Walaupun keledai adalah binatang yang lambat, tetapi ia adalah jenis binatang yang mampu menerima dan menahan beban apapun selama keempat kakinya masih mampu menahan beban yang dipikulnya. Dan semua tugas hampir selalu ia tuntaskan dengan baik. Sifat ini sangat berbeda dengan sifat saudara sejenisnya, kuda. Kuda ternyata sangat memilih-milih dalam bekerja. Ketika kuda tidak suka dengan suatu pekerjaan, maka kuda mungkin saja akan (terlihat) memberontak dan menolaknya.

Keledai jelas mempunyai ketahanan kerja tinggi. Andaikan kita mampu bersikap seperti keledai saat kita menghadapi segala tantangan serta beban hidup kita. Maka, tentu tidak akan ada orang-orang yang tidak memiliki masa depan. Hal itu karena setiap orang akan memiliki sikap kerja keras dan tidak mudah menyerah. Bayangkan, kekuatan seekor keledai dalam sehari ternyata setara dengan perjalanan sejauh 30 kilometer. Meski lambat, keledai konsisten memenuhi panggilannya. Dia tidak pernah mutung. Nah, laiknya hal-hal positif keledai ini mampu menjadi bahan renungan untuk kemudian mampu kita adaptasi dan diimplementasikan dalam kehidupan kita sebagai homo sapiens.

Sehingga jangan pernah kita menyerah atau merasa kalah atas apa yang sekarang ada pada diri kita, buktikan bahwa kita juga memiliki banyak segi positif pada diri kita. Manusia terkadang merasa rendah diri ketika menyadari kekurangan yang ada pada dirinya. Sehingga hal itu membuatnya menjadi sulit berkembang, ada baiknya kita tidak lagi meratapi hal-hal semacam itu. Ingatlah bahwa setiap orang pastinya memiliki potensi. Adalah orang-orang yang sukses apabila mereka berhasil menemukan potensi yang ada dalam dirinya, walaupun itu terjadi disaat yang sudah sangat terlambat atau diwaktu tidak tepat. Tidak ada satupun hal negatif yang tidak diiringi dengan sesuatu yang positif disekitanya. Percayalah pada kemampuan kita sendiri, potensi hanya bisa dimunculkan dengan kerja keras. Tanpa kerja keras dan percaya pada diri sendiri, maka yang muncul hanyalah keputusasaan. Bersemangatlah untuk menemukan potensi diri. Ingatlah, bahkan keledai saja memiliki banyak potensi.

" Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" Al Qamar : 15 - 17 - 22 - 32 - 40 - 51

Wallahu A'lam

Munculnya Sang Imam Besar

Siapa Sosok Imam Mahdi ? Dalam berbagai sumber yang saya dapat bahwa Imam Mahdī (Arab الإمام المهدي, Muhammad al-Mahdī, Mehdi; "Seseorang yang memandu") adalah seorang muslim berusia muda yang akan dipilih oleh Allah untuk menghancurkan semua kezaliman dan menegakkan keadilan di muka bumi sebelum datangnya hari kiamat.Lalu apa sajakah indikasi kedatangan Imam Mahdi? Dalam sebuah hadits Nabishollallahu ’alaih wa sallammemberikan gambaran umum indikasi kedatangan Imam Mahdi. Ia akan diutus ke muka bumi bilamana perselisihan antar-manusia telah menggejala hebat dan banyak gempa-gempa terjadi. Dan kedua fenomena sosial dan fenomena alam ini telah menjadi semarak di berbagai negeri dewasa ini.

Rasulullah SAW pernah bersabda

“Sungguh, bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila kezhaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka Allah SWT akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku (Muhammad bin Abdullah). Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumi pun tidak akan menahan sedikit pun dari tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun, atau 8 tahun, atau 9 tahun “ (HR. Thabrani)

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad 10898)


Hadits diatas mengindikasikan atau memberikan kita gambaran bahwa kedatangan Imam Mahdi akan disertai tiga peristiwa penting. Pertama,perselisihan berkepanjangan sesudah kematianseorang pemimpin. Kedua, dibai’atnya seorang lelaki (Imam Mahdi) secara paksa di depan Ka’bah. Ketiga, terbenamnya pasukan yang ditugaskan untuk menangkap Imam Mahdi dan orang-orang yang berbai’at kepadanya. Allah benamkan seluruh pasukan itu kecuali disisakan satu atau dua orang untuk melaporkan kepada penguasa zalim yang memberikan mereka perintah untuk menangkap Imam Mahdi.

“Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah, lalu mereka membai’at Imam Mahdi secara paksa, maka ia dibai’at di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Ka’bah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al-Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah.” (HR Abu Dawud 3737)

Imam Mahdi akan berperan sebagai panglima perang ummat Islam di akhir zaman. Beliau akan mengajak ummat Islam untuk memerangi para Mulkan Jabriyyan (Para Penguasa Diktator) yang telah lama bercokol di berbagai negeri-negeri di dunia menjalankan kekuasaan dengan ideologipenghambaan manusia kepada sesama manusia. Bila Allah mengizinkan Imam Mahdi untuk menang dalam berbagai perang yang dipimpinnya, maka pada akhirnya ia akan memimpin dengan pola kepemimpinan berideologi aqidah Tauhid, yaitu penghambaan manusia kepada Allah semata. Banyak ghazawat (perang) akan dipimpin Imam Mahdi. Dan –subhaanallah- Allah akan senantiasa menjanjikan kemenangan baginya.

Dari tanda-tanda diatas, sebagaian para ulama dan pengamat tanda-tanda akhir zaman mengatakan Indikasi yang menyebutkan akan terjadinya perselisihan atau kekacauan sudah banyak yang terjadi. Satu contohnya adalah kekacauan yang terjadi negara-negara Arab seperti Irak dan Mesir. Bila analisa ini benar berarti dewasa ini kita sudah harus bersiap-siap untuk berlangsungnya pembai’atan paksa Imam Mahdi di depan Ka’bah.

Saudaraku, bila ketiga peristiwa di atas telah terjadi, berarti Ummat Islam di seluruh penjuru dunia menjadi tahu bahwa Imam Mahdi telah datang diutus ke muka bumi. Panglima ummat Islam di Akhir Zaman telah hadir. Dan bila ini telah menjadi jelas kitapun terikat dengan pesan Nabishollallahu ’alaih wa sallamsebagai berikut:

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ

“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Abu Dawud 4074)

Ya Allah, izinkanlah kami bergabung dengan pasukan Imam Mahdi. Ya Allah anugerahkanlah kami rezeki untuk berjihad di jalanMu bersama Imam Mahdi lalu memperoleh salah satu dari dua kebaikan: ’isy kariman (hidup mulia di bawah naungan syariat Allah) atau mut syahidan (mati syahid)

Aku Telah Mengumumkan Perang

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Sesunguhnya Allah berfirman : Barang siapa yang memerangi wali-ku, maka sungguh Aku telah mengumumkan perang kepadanya. Dan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu amalan yang lebih Aku cintai dari pada amalan-amalan yang telah Aku wajibkan baginya. Dan hamba-Ku akan senantiasa mendekatkan dirinya kepada-Ku hingga Aku mencintainya. 


Dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku adalah pendengarannya yang dengannya dia mendengar, dan Aku adalah penglihatannya yang dengannya dia melihat, dan Aku adalah tangannya yang dengannya dia meraih sesuatu dan kakinya yang dengannya dia melangkah. Dan apabila dia meminta kepadaku maka sungguh Aku akan mengabulkannya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaku, maka sungguh Aku akan memberinya perlindungan.

Dan tidaklah Aku bimbang akan sesuatu terhadap sesuatu, Akulah Pelakunya, sebagaimana kebimbangan-Ku akan jiwa seorang mukmin yang tidak menyukai kematian sedangkan Aku tidak menyukai perbuatan buruknya “

Wallahu A'lam

Mahapatih Gajah Mada Dan Sumpah Palapa

Bukan hanya sebagai pahlawan di jaman majapahit tetapi layak untuk di jadikan sebagai salah satu guru dan panutan Gajah Mada seorang panglima perang dan tokoh yang sangat berpengaruh pada zaman kerajaan Majapahi , Siapa yang tidak tahu nama tokoh ini, semua orang Indonesia tahu nama besar sang Mahapatih Majapahit, bahkan orang dari luar Indonesiapun banyak yang tahu.

Menurut berbagai sumber mitologi, kitab, dan prasasti dari zaman Jawa Kuno, Gajah Mada menjadi Mahapatih pada masa Ratu Tribhuwanatunggadewi, dan kemudian sebagai Amangkubhumi yang mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaannya.

Gajah Mada terkenal dengan sumpahnya, yaitu Sumpah Palapa, yang tercatat di dalam Pararaton. Ia menyatakan tidak akan memakan palapa sebelum berhasil menyatukan Nusantara. Meskipun ia adalah salah satu tokoh sentral saat itu, sangat sedikit catatan-catatan sejarah yang ditemukan mengenai dirinya dan saat ini masih kontroversial. Indonesia telah menetapkan Gajah Mada sebagai salah satu Pahlawan Nasional dan merupakan simbol nasionalisme dan persatuan Nusantara.

Tidak ada informasi dalam sumber sejarah yang tersedia saat pada awal kehidupannya, kecuali bahwa ia dilahirkan sebagai seorang biasa yang naik dalam awal kariernya menjadi Begelen atau setingkat kepala pasukan Bhayangkara pada Raja Jayanagara (1309-1328). Dalam pupuh Désawarnana atau Nāgarakṛtāgama karya Prapanca yang ditemukan saat penyerangan Istana Tjakranagara di Pulau Lombok pada tahun 1894 terdapat informasi bahwa Gajah Mada merupakan patih dari Kerajaan Daha dan kemudian menjadi patih dari Kerajaan Daha dan Kerajaan Janggala yang membuatnya kemudian masuk kedalam strata sosial elitis pada saat itu dan Gajah Mada digambarkan pula sebagai "seorang yang mengesankan, berbicara dengan tajam atau tegas, jujur dan tulus ikhlas serta berpikiran sehat".

Menurut Pararaton, Gajah Mada sebagai komandan pasukan khusus Bhayangkara berhasil memadamkan Pemberontakan Ra Kuti, dan menyelamatkan Prabu Jayanagara putra Raden Wijaya dari Dara Petak. Selanjutnya di tahun 1319 ia diangkat sebagai Patih Kahuripan, dan dua tahun kemudian ia diangkat sebagai Patih Kediri.

Sumpah Palapa

Ketika pengangkatannya sebagai patih Amangkubhumi pada tahun 1258 Saka (1336 M) Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang berisi bahwa ia akan menikmati palapa (yang diartikan kenikmatan duniawi) bila telah berhasil menaklukkan Nusantara. Sebagaimana tercatat dalam kitab Pararaton dalam teks Jawa yang berbunyi sebagai berikut :
“ Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tañjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompu, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa ”

“ Beliau, Gajah Mada sebagai patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa, Gajah Mada berkata bahwa bila telah mengalahkan (menguasai) Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa, bila telah mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya baru akan melepaskan puasa"

Akhir hidup

Disebutkan dalam Kakawin Nagarakretagama bahwa sekembalinya Hayam Wuruk dari upacara keagamaan di Simping, ia menjumpai bahwa Gajah Mada telah sakit. Gajah Mada disebutkan meninggal dunia pada tahun 1286 Saka atau 1364 Masehi.

Raja Hayam Wuruk kehilangan orang yang sangat diandalkan dalam memerintah kerajaan. Raja Hayam Wuruk pun mengadakan sidang Dewan Sapta Prabu untuk memutuskan pengganti Gajah Mada. Namun tidak ada satu pun yang sanggup menggantikan Patih Gajah Mada. Hayam Wuruk kemudian memilih empat Mahamantri Agung dibawah pimpinan Punala Tanding untuk selanjutnya membantunya dalam menyelenggarakan segala urusan negara. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Mereka pun digantikan oleh dua orang mentri yaitu Gajah Enggon dan Gajah Manguri. Akhirnya Hayam Wuruk memutuskan untuk mengangkat Gajah Enggon sebagai Patih Mangkubumi menggantikan posisi Gajah Mada.

Wallahu A'lam

Ketika Harapan Hanya Tinggal Harapan

Kita semua berhubungan dengan cerita semacam ini dan ini menjadi mimpi buruk bagi semua orang, pada saat manusia berada pada titik terdekat dengan kematian sudah seharusnya membuat satu upaya terakhir untuk menyelamatkan diri jika sudah tidak ada harapan di dunia maka satu-satunya yang mejadi harapan adalah keselamatan di hari akhir,  agar tidak kehilangan setiap detik dan setiap menit  , jam atau bahkan hari di luar keyakinan untuk mendapatkan keselamatan.

Kehancuran demi kehancuran akan didatangkan ketika manusia kebanyakan manusia tidak lagi menginginkan , atau tidak lagi menghiraukan adanya Tuhan Sang Pencipta maka Ia melihat ke sekeliling pada alam semesta dan pada individu manusia apakah masih tampak manusia yang berniat mematuhi perintah-Nya dan menginginkan rahmat-Nya dengan melihat iman yang benar-benar tak tergoyahkan atau telah lenyap sama sekali.

Kita bisa datang ke posisi terkuat iman dengan senantiasa memegang Tuhan untuk mempertimbangkan segala sesuatu dan tetap berusaha dengan tidak pernah putus asa. berpegang teguh kepada ajaran Allah bahkan ketika kita merasa benar-benar ingin menyerah dan mengakhiri semuanya. 

Sebuah ironi klasik adalah ketika kita dibawa ke tempat keputusasaan dan mencengangkan dimana kejadian - kejadian kehancuran yang tragis dan menyakitkan terasa dekat. Situasi dimana sepertinya sudah tidak ada lagi harapan akan pertolongan dan kita akhirnya bisa menjangkau kebenaran yang mana kita benar-benar membutuhkan dan kemudian menerima serta kembali kepada ajaran-Nya. penerimaan dengan segala kerendahan hati kita yang kemudian membawa kita berdiri di puncak pembebasan.

Yang Pasti Sebagai Pemenang

Manusia selalu berhasil bangkit ketika terpuruk
Kembali berdiri setelah terjatuh
Menebarkan senyuman setelah menangis
Berteriak setelah lama terdiam dan membisu

Walau seberat apapun masalah yang dihadapi Karena tidak ada manusia yang diciptakan untuk selalu gagal

Wallahu A'lam

Kelalaian Kita Semua

Belajar Memahami Kesalahan Bangsa Ini

Menyikapi persoalan bangsa ini Khususnya Umat Islam , Jika kita anggap dan menghukumi tentang apa yang terjadi selama ini Kesalahan maka selamanya kita akan terus salah , Karena Ini Semua tak lain dan tak bukan adalah Kelalaian dan ini kelailaian Kita Bersama, Cukup sudah kita dengan cara yang selama ini saling menyalahkan , cukup sudah kita selama ini saling menjatuhkan karena yang terjadi dengan persoalan masyarakat di negeri ini akan semakin pelik, dan jika kita masih tetap dengan cara itu , kita justru akan semakin tersesat.

Harus kita akui selama ini kita suka menyalahkan sesama kita yang sudah terlanjur salah di sebelah sana , sementara kita diam disini mengamati kesalahan mereka dengan tidak berbuat sesuatu yang berarti, yang justru memasukkan kita kepada kesalahan yang lain.

Ini kelalaian kita semua ,

Jangan lagi berharap mereka menyuarakan aspirasi kita, untuk aspirasi dan keserakahan mereka saja, anggaran dan sumber daya negeri ini masih tidak cukup menutupinya. Pupus sudah menggantungkan harapan perbaikan negeri ini di tangan mereka. Lalu apakah kita sudah salah memilih mereka. Salah salah benar mungkin tidak, karena toh kita harus melalukan mereka dalam demokrasi pemilihan. Ataukah kita sudah memilih orang yang tidak benar? Tidak satu pun! Buktinya di saat DPR menelurkan kebijakan yang tidak berpihak kepada kita, tidak satu pun orang kita di sana membanting kursinya terus memprotes kebijakan itu. Atau ketika penyimpangan korupsi sudah dilakoni berjamaah di sana, tidak satu pun orang kita dengan sikap berbeda menolak dan atau bahkan memberantasnya.

Ini kelalaian kita semua

Kalau kita mau jujur mengatakan keadaanlah yang telah membawa kita menjadi salah, keadaan di sini bukan cuma faktor luar, termasuk kemampuan diri dan konsistensi pribadi sebagai keadaan, telah bersama faktor luar tadi cuma bisa menjadikan mereka berubah salah.

Akhirnya kita perlu dengan cerdas menemukan penyebab dan mencarikan solusi yang bisa membantu saudara-saudara kita kembali ke jalan yang benar. Penyebabnya mungkin sudah kita tahu, tapi kita lebih suka mencari kambing hitam, menyikapi mereka dengan hujatan dan sikap terus menyalahkan.

Adakah kita berpikir, seandainya kita berada ditempat yang sama seperti mereka , adakah jaminan kita tidak berpijak di tempat yang bisa membuat kita salah seperti mereka. Dengan kata lain, kita orang yang benar pada waktu yang benar (tidak salah)...?

Sudah waktunya berhenti .......!! dan menghentikan semua kekacauan bukan dengan saling menyalahkan dan mencari kesalahan akan tetapi bekerja dan saling membantu memperbaiki keadaan.

Wallahu A'lam

Biarlah Semua Selesai Dengan Sendirinya

Satu tanda dan petunjuk datang di kegelapan malam hari , Satu tanda dan petunjuk datang dibelantara hutan , Serta satu tanda diantara lambaian tangan penuh kasih dan sayang serta rindu keadilan , mustinya harus ada satu lagi tanda , namun entah kenapa semakin dicari semakin membuat hati ini ragu.

Be_united....!! oalah ...... bah - bah lomoh

Mungkin ini nafsu ........!! dan mungkin bukan burung ini yang dimaksudkan itu. biarlah ......!! biar burung ini terbang sendiri , biar burung ini mengukir kisah hidupnya sendiri , tanpa beban dan tanpa gangguan. biarlah semua selesai dengan kehendak Ilahi.

Biarlah Semua Selesai Dengan Sendirinya ,, Emang bisa ....?

Wallahu A'lam

Hentikan Perselisihan Dan Peperangan

Salah satu konsep dalam setiap agama pada dasarnya adalah bahwa semua agama menawarkan jalan menuju keselamatan atau pencerahan dan bahwa realisasi Allah yang benar, tidak peduli bagaimana dicapai, melampaui keterbatasan dan klasifikasi agama apapun. Pada dasarnya, seorang yang mensucikan diri (jiwa) dalam agama apapun adalah sama dengan orang suci di agama lain karena mereka terinspirasi oleh sumber Ilahi yang sama. Pada awalnya diturunkannya para rasul adalah untuk memperbaiki umat sesuai dengan keadaan dan kondisi umat pada masa rosul tersebut


Istilah lain berupa tingkatan maqam dan atau perjalanan menuju kehadirat-Nya adalah hanya untuk mereka yang ingin mencapai realisasi Tuhan, tetapi sejak datang untuk diterapkan kepada siapa saja yang mengikuti jalan spiritual yang tertentu. Pada dasarnya yang berbeda dalam setiap ajaran / syariat yang dibawa oleh para Rasul adapun tujuannya adalah sama yakni Meng-Esa-kan Allooh ,

Tiap - tiap umat telah ada syariat tertentu yang diturunkan oleh Allooh kepada para rasul maka seyogyanya kita tidak boleh berselisih ,

<<♥>>
Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syari'at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan syari'at ini dan serulah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus. Al Hajj : 67
<<♥>>
Dan Kami berikan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata tentang urusan agama; maka mereka tidak berselisih melainkan sesudah datang kepada mereka pengetahuan karena kedengkian yang ada di antara mereka. Sesungguhnya Tuhanmu akan memutuskan antara mereka pada hari kiamat terhadap apa yang mereka selalu berselisih padanya. Al Jaatsiyah : 17
<<♥>>

Pertentangan , pertikaian baik antar agama maupun antar golongan Se-Agama pada dasarnya adalah karena kedengkian diantara mereka sendiri , biasanya mereka yang demikian adalah para pengikut Taqlid Butho yang hanya mengekor dan mengikuti serta sendiko dawuh dateng Rahib yang di ikuti.

Padahal hal tersebut telah nyata - nyata dilarang , tidak diperbolehkan , dan apapun itu namanya, monggo kerso menawi panjenenga sedoyo , mengekor , tut buntut , nanging musti di jogo kerukunan umat beragama lan se-agama ,dan tetap pada ajaran yang telah diterima.

Bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya sendiri yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah dalam membuat kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan dari mana saja kamu keluar datang, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. 2:148 - 149

khusus dateng sederek sedoyo umat islam kiblatipun dateng masjidil harom mecca ,

wes cukup ibadah sing patheng ojo pati nggolek kesalahane wong wes beres ^_^ perkoro pingin "amar makruf nahi mungkar" nambah pahala nggeh monggo kerso. kangge njjogo urip aman tentrem kanthi dino kiamat ^_^

"Wong tugase lo cuman berbuat kebajikan :( tolong menolong dan saling membantu , supoyo aman tentrem uripe dunyo lan akherat"

Wallahu A'lam

Ketika Semua Serba Terbalik

Semua Serba Terbalik, kenapa semua serba terbalik ? Yang baik menjadi jelek dan yang jelek menjadi baik , semoga ditahun - tahun selanjutnya bisa menjadi lebih baik, Aamiin.

Sebenarnya, kaget juga awalnya melihat penilaian beberapa orang , kenapa semua jadi terbalik. perbuatan baik terbalik terlihat dan dianggap baik dan wajar sedangkan perbuatan jelek dianggap kurang baik dan tidak wajar. namun jika melihat kondisi saat ini dengan memperhatikan ayat - ayat al quran dan kandungan makna yang tersirat di alam semesta. maka sudah sewajarnya dan pantaslah keadaan dunia saat ini memang terbalik.

Siapapun orangnya yang pandai-pandai melihat kondisi dunia saat ini baik dari segi agama islam maupun non islam atau orang - orang ahli bilang (spiritualis) dari tingkat desa , kecamatan , kabupaten hingga tingkat dunia dari berbagai negara pastinya membicarakan gambaran-gambaran saat ini dan mulai menebak dan memprediksikan tentang apa yang akan terjadi pada masa depan.

Yahudi memang akan sangat kuat hingga beberapa tahun mendatang dan siapa pun akan sulit menjatuhkannya. Akan tetapi, menurut buku yang disusun Jaber Bolushi dari Iran, Yahudi akan mulai bergoncang keras pada 2015, kemudian menurun sangat drastis hingga hancur lebur dan tersisa hanya beberapa orang akibat pembantaian yang dilakukan orang-orang Islam di kampung-kampungnya sendiri.

Namun tidak semudah itu dan bisa saja itu tidak terjadi karena semua tergantung pada hasil usaha manusianya sendiri. Soal Yahudi, dan ramalan pendeta jaber bolushi biarlah itu kita tinggalkan dulu. mari kita lihat dan kita bahas keadaan diri kita sendiri. jika kita mereka menemukan angka tahun yang terbalik, yaitu 1102, bukan 2011. Angka 1102 itu sesungguhnya adalah sama dengan 2011. Angka yang terbalik itu menandakan bahwa mulai pertengahan tahun 2011, dunia ini mulai terbalik. Misalnya, orang-orang terpinggirkan akan mulai ke tengah, yang di tengah malah akan ke pinggir, bahkan jatuh. Orang-orang yang sekarang berada di belakang akan ke depan, yang di depan akan terdesak mundur ke belakang, bahkan jatuh pula. Orang-orang yang di bawah akan bergerak ke puncak, yang di puncak malah terjembab celaka. 

Mulai 2011 ini sesungguhnya dimulai zaman kalasuba, zaman kemuliaan bagi kita, Indonesia. Step by step. Bukan hanya politik dan ekonomi yang kondisinya jadi terbalik, hal-hal lain pun ikut terbalik. Saya sendiri merasakannya, misalnya, dulu saya percaya dengan demokrasi, sekarang kan tidak lagi dan buktinya sudah sangat jelas. Memang para ahli spiritual itu tidak menyebut Indonesia, tetapi Sunda. Saya sebagai orang Sunda senang benar mendengarnya. Akan tetapi, saya sangat berharap bahwa yang dimaksud Sunda itu bukan hanya Sunda seperti sekarang ini atau hanya seperti saya ini yang lahir di Sunda dalam keluarga Sunda, hidup di tanah Sunda, berbahasa ibu Sunda, dan berbudaya Sunda, melainkan Sunda yang dulu yang mencakup wilayah-wilayah nusantara. Dengan demikian, yang dimaksud para spiritualis internasional dengan Sunda itu adalah Indonesia sehingga yang mulai mengalami masa kejayaan itu kita semua seluruh bangsa Indonesia meskipun harus hancur dulu pemerintahannya.

Kalau mau dibongkar lebih jauh lagi, seluruh kerajaan di nusantara ini berasal dari Salakanagara mulai zaman Aki Tirem dari tanah Sunda yang kemudian meluas hingga ke Kamboja sampai dengan setengah wilayah India. Bahkan, ada yang berpendapat bahwa India itu dulunya hanya salah satu kadipaten dari sebuah wilayah kerajaan di Indonesia ini. Malah, kisah-kisah Mahabarata dan Ramayana itu bukan kisah orang-orang India, melainkan kisah-kisah kerajaan-kerajaan di Indonesia. Borobodur adalah bukti yang nyata. Jauh lebih dalam lagi, seluruh kerajaan di dunia ini berawal dari sebuah wilayah pemerintahan yang teramat maju berteknologi tinggi dan berekonomi melimpah yang kini tenggelam di dasar laut dan perut Bumi.

Nostradamus mengatakan akan hadir pemimpin baru dari timur yang membuat kemelaratan di daratan Eropa dan itu menunjuk pada Indonesia. Prabu Siliwangi mengatakan bahwa nusa akan jaya lagi dan itu artinya nusantara, pusatnya di Indonesia. Demikian pula Jayabaya dan Ronggowarsito mengatakan bahwa tanah Jawa akan makmur, itu pun menunjuk pada Indonesia. 

Dari hal-hal tersebut, kita memiliki harapan bahwa Indonesia ini akan menjadi sangat besar dan kuat, super power. Terbalik dari dulunya Indonesia sebagai negara miskin dan terbelakang, berubah cepat menjadi negara kaya raya dan sangat tangguh. Meskipun demikian, para penjahat negara harus menyingkir atau disingkirkan dahulu dan mulai menciptakan generasi baru yang baik agar dapat selamat sampai tujuan mencapai kemakmuran dan ketentraman bumi indonesia digunakan untuk bersama dan tidak dijamah tangan-tangan kotor yang digerakkan hati-hati busuk penuh niat korupsi, sebagaimana yang terjadi pada Orde Baru, bahkan lebih parah saat ini. 

Di samping itu, kita pun dapat lebih memanfaatkan sumber daya alam kita secara maksimal untuk kemakmuran kita semua. Oleh sebab itu, tak bosan-bosannya saya mengajak Saudara-saudara sekalian untuk memusuhi dan mengenyahkan demokrasi. Selama kita melakukan demokrasi, selama itu pula terbuka pintu-pintu suap dan korup untuk mendapatkan jabatan yang kemudian dijadikan alat untuk merampok harta-harta negara dan bangsa. Akibatnya, kita akan kembali berhutang sangat banyak kepada negara lain dan sama sekali tidak akan menikmati dengan utuh kekayaan alam kita sendiri, tetap saja miskin terus dan terus miskin.

Siapapun orangnya yang akan memimpin bangsa indonesia , semoga tetap menyuarakan keadilan dan syariat islam menuju jaman ke-emas-an.

Wallahu A'lam

Mungkin Memang Harus Dihancurkan Dulu

Jika pada malam ini hampir seluruh tempat kebanjiran pengunjung, yang kemungkinan sedang merayakan Tahun Baru , maka lain halnya dengan mereka yang berada dalam ketakutan dan mengingat Allaah, mungkin sebagian besar akan merayakan dengan syukur dan sukacita, dengan khusyuk berdoa semoga kegelapan demi kegelapan ini segera berakhir.

Semoga bangsa kita mendapat bimbingan dan petunjuk sehingga melakukan yang terbaik

^_^ he...he... gak ada kaitannya dengan judul :P

Bahasa dan Pemahaman Manusia

Manusia harus hidup dalam suatu tatanan hidup bermasyarakat dan ada batasan-batasan untuk memelihara kepentingan seseorang dan menghindari ekploitasi terhadap manusia merupakan bagian penting dari kehidupan sosial, ada kebutuhan terhadap hukum untuk mengendalikan kepentingan yang berorientasi pribadi dan ada hukum yang mengendalikan kepentingan umum serta ada hukum yang mengendalikan kepentingan seluruh alam dan kesemuanya telah diatur didalam Al Qur'an.

Hukum - hukum dan aturan tersebut pada dasarnya adalah untuk membimbing manusia dari kegelapan (kehancuran dan kebinasaan)  menghindarkan kita dari pada kekacauan di antara manusia serta hukuman baik didunia maupun di akherat, Sementara seorang manusia disibukkan dengan aspek-aspek kehidupan pribadi dan kesenangan duniawi yang terus menerus, ada sejumlah misteri kehidupan yang berakar pada keselamatan dirinya dan keselamatan orang lain yang kepadanya manusia hampir tidak memberikan perhatian dan ia sendiri nyaris melupakannya.


Sesungguhnya, hanya sistem hukum yang diturunkan Tuhan yang senapas dengan hukum alam dan yang diturunkan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan manusia di dunia dan akhirat. Oleh karenanya, sistem hukum ini bersih dari setiap motif yang berorientasi pada kepentingan manusia. Tentu saja, lebih jauh ini diturunkan demi kesejahteraan manusia secara umum. Jadi, jelas kiranya bahwa manusia membutuhkan hukum Tuhan dan rahmat-Nya meniscayakan bahwasanya Ia memberikan sistem yang lengkap dan sempurna kepada manusia melalui para utusan-Nya.

Satu hal yang membuat islam mundur dan jauh tertinggal adalah dari umat islam sendiri sesungguhnya kita memang telah banyak diingatkan dengan ayat-ayat-Nya adalah karena kedengkian , iri dan hasud dari dalam umat islam sendiri. bahasa dan pemahaman membuat islam terpecah menjadi beberapa bagian sebenarnya tidak salah jika mereka mau berkaca / mengingat ayat-ayat-Nya dan Hadist Rosulullah SAW. karena memang sudah dibuat demikian adanya, namun berkaca pada ayat dan hadist yang lain semestinya bukan berarti mereka harus saling menjatuhkan dan merasa paling benar, karena setiap umat akan mendapatkan hidayah sendiri-sendiri.

Ada Urusan pribadi (shalat, do'a, dzikir, puasa) urusan golongan (zakat , infaq dan shadaqah, amar makruf ahi mangkar) dan urusan alam semesta (jangan berlebihan , membuat kerusakan, termasuk juga amar makruf dan nahi mungkar untuk menegakkan hukum Allaah). Yang semestinya kita lakukan sebagai hamba Allaah adalah berbuat kebajikan dan berlomba - lomba memohon ampunan , adapun urusan yang lain (pribadi) adalah urusan manusia dan golongan mereka sendiri kepada Allah.

Al Ayat

Wallahu A'lam